Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2026

BAGAIMANA NABI SAW MENGAJARKAN CARA MENYEMBUHKAN SAKIT ?

Oleh : KH Abdul Hamid Husain*

Jika sakit lakukanlah RUQYAH yang dicontohkan oleh Nabi Muhammaad SAW ini, yaitu dengan DOA, memohon kesembuhan dari Allaah SWT, karena hanya Allaah Yang Menyembuhkan.

TRUE STORY;

1. Rasuulullaah SAW bersabda mengajarkan cara menyembuhkan sakit yang diderita sbb;

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ضع يدك على الذي تألم منه من جسدك وقل: باسم الله ثلاثا. وقل سبع مرات: أعوذ بالله وقدرته من شر ما اجد واحاذر. (رواه مسلم)

Arti: "Letakkanlah tanganmu ke bagian yang engkau rasakan sakit, lalu baca BISMILLAH 3x, kemudian baca "'A'uudzu Billaahi Wa Qudrotihii Min Syarri Maa Ajidu Wa Uhaadzir". 7x. (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Muslim).

POINTERS:

A. Rasuulullah SAW mengajarkan, jika sakit lakukanlah  ini ;

1. Pegang bagian yang dirasa sakit

2. Baca: بسم الله (BISMILLAAH) 3x,  Lanjut Baca : 

اعوذ بالله و قدرته من شر ما أجد و أحاذر

"A'uudzu Billaahi Wa Qudrotihii Min Syarri Maa Ajidu Wa Uhaadzir"  (baca 7 kali)

Arti: "Aku berlindung pada Allaah dengan Taqdir Nya agar aku dijauhkan dan disembuhkan dari penyakit yang saya derita ini dan dari apa apa yang saya khawatirkan".

B. Islam mengajarkan, jika sakit berobatlah kepada ahlinya. 

Yang ahli mengobati dahulu namanya Thabib, sekarang disebut Dokter, bukan ke dukun, apa lagi ke paranormal.

C. Menyembuhkan penyakit dengan cara Nabi diatas, disebut " RUQYAH".

Setelah selesai membaca Doa yang diulang ulang 7 x itu, lanjutkan dengan doa ini; 

اللهم اشفنى شفاءا عاجلا انت الشافى لا شفاء الا شفاؤك

(Allahumma isyfinii syifaan aajilan anta syaafi la syifaan illa syifaauka)

Arti: Yaa Allaah. Tuhanku, sembuhkanlah aku secepatnya. Sungguh,  Engkau Yaa Allaah, Tuhan Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali hanya kesembuhan dari Mu Yaa Allaah.

D. Setiap akan berdoa, awali dengan kalimat ISTIGHFAR 3x

استغفر الله العظيم وأتوب اليه

"Astaghfirullaahal 'adziim wa atuubu ilaiih"

Arti: Aku mohon ampun dan bertaubat pada Allaah, Tuhan Yang Maha Agung.

Dan tutuplah setiap doa dengan bershalawat:

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين والحمد لله رب العالمين

"Wa shallallaahu 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'alaa aalihii wa ashaabihii ajma'iin, wal hamdu lillaahi Rabbil 'Aalamiin"

Penutup:

Mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW ini:

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك 

(Allaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa, wa syukriKa, wa husni 'ibaadatiKa).

"Yaa Allaah Tuhanku,  Bimbinglah kami untuk selalu eling  mengingat Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya kepada Mu"

________________________________

* Penulis adalah alumnus:

-Ummul Qura University, Makkah.

-King Abdulaziz University, Jeddah.

-PMD Gontor, Ponorogo.


Rabu, 11 Maret 2026

ISLAM MELARANG TIDUR TENGKURAP

Oleh KH Abdul Hamid*

Tidur posisi tengkurap adalah tidur yang dimurkai Allaah SWT. Tidak hanya dimurkai Allaah SWT, terbukti oleh ilmu Medis, bahwa tidur tengkurap berbahaya bagi kesehatan.

TRUE STORY:

1. Rasuulullaah SAW menegur orang yang tidur tengkurap;

عن يعيش ابن طخفة الغفاري رضي الله عنه قال: قال أبي بينما أنا مضطجع في المسجد على بطني إذا رجل يحركني برجله فقال: ” إن هذه ضجعة يبغضها الله”  قال فنظرت فإذا رسول الله صلى الله عليه وسلم

Artinya: Ya’isy Bin Thikhfah Al-Ghifari menuturkan bahwa: “Ayahnya mengisahkan bahwa saat ia tertidur di Masjid dengan posisi tengkurap, tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakinya dan berkata, “Sungguh, tidur yang seperti ini dimurkai Allaah.” Ternyata yang menegur itu adalah Rasuulullaah SAW". (Hadits Sahih Riwayah Abu Dawud diperkuat oleh Al Albani dalam Takhriij Misykaatul Masaabiih 4718).

2. Hadits Nabi SAW Menegaskan bahwa tidur tengkurap adalah gaya tidurnya penghuni Neraka:

إنما هي ضجعة أهل النار

Artinya: “Berbaring tengkurap adalah cara berbaringnya penghuni Neraka” (Hadits Sahih Riwayah Ibnu Maajah).

3. Jumhur Ulama bersepakat bahwa tidur tengkurap hukumnya MAKRUH yaitu sesuatu yang dibenci. Sebagai mana ditegaskan oleh Al Imam At Tirmidzi Rahimahullaah dalam Sunannya:

باب ما جاء في كراهية الاضطجاع على البطن

“Bab Makruhnya tidur tengkurap berdasarkan Hadits Rasuulullaah SAW sbb:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلاً مضطجعاً على بطنه، فقال ” إن هذا ضجعة لا يحبها الله”

Artinya: Abu Hurairah RA menuturkan bahwa saat Rasuulullaah SAW Melihat seorang Laki-laki Muslim tidur tengkurap, Rasuulullaah SAW Bersabda: “Ini adalah cara tidur yang TIDAK  disukai Allaah". (Hadits Sahih Riwayah At Tirmidzi 2789).

 POINTERS:

1. Bahaya kesehatan tidur dengan cara Tengkurap; Ulama terkemuka yang juga pakar kedokteran,  Al Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullaah menegaskan:

وكثرة النوم على الجانب الأيسر مضر بالقلب بسبب ميل الأعضاء إليه، فتنصب إليه المواد. وأردأ النوم على الظهر، ولا يضر الاستلقاء عليه للراحة من غير نوم، وأردأ منه أن ينام منبطحاً على وجهه

Artinya: “Jika sering tidur dengan sisi KIRI  membahayakan bagi jantung karena  organ yang di dalam tubuh bagian kiri,  menekannya.  Dan cara tidur yang juga berbahaya adalah tidur  terlentang (maka tidurlah miring) tetapi tidak mengapa jika sekedar untuk beristirahat tanpa tidur. Dan yang tidak baik juga adalah cara tidur berbaring dengan muka yaitu tengkurap.” (Kitab Zaadul Ma'aad 4:240-241).

2. Sisi Medis

Tidur tengkurap mengganggu pernapasan, menghambat asupan oksigen, dan menyebabkan tekanan pada tulang belakang dan organ dalam.

3. Mari kita jadikan tidur sebagai ibadah amal soleh dengan cara mengikuti Sunnah Rasul, yaitu:

- tidur miring dengan badan sebelah kanan dibawah. JANGAN tidur miring kiri dibawah,

- berwudhulah sebelum tidur, 

- berdoa saat membaringkan badan,

- jangan tidur tengkurap, karena ini menambah dosa.


4. Penutup:

Mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW ini:

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك 

(Allaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa, wa syukriKa, wa husni 'ibaadatiKa).

"Yaa Allaah Tuhanku,  Bimbinglah kami untuk selalu eling  mengingat Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya kepada Mu"

_______________________________________

* Penulis adalah Alumnus:

-Ummul Qura University, Makkah.

-King Abdulaziz University, Jeddah.

-PMD Gontor, Ponorogo.

PEREDAM STRESS PENGHALAU HALANGAN




Oleh : KH Abdul Hamid*

Hidup ini tidak selalu mulus, terkadang kita mengalami kesulitan, hati galau, stress, pikiran lagi kusut dan cemas.

Jika mengalami ini semua, segera berwudhu dan baca dzikir singkat ini berulang ulang, maka Allaah SWT datang menolong memberi solusi,  Menenangkan dan memberi jalan keluar yang terbaik lagi mudah.

TRUE STORY

Rasuulullaah SAW, bersabda :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من اصابه هم او غم او سقم او شدة فقال الله ربى ، لا شريك له"، كشف ذلك عنه
(صحيح الجامع)

Artinya: Siapa yang tertimpa rasa cemas,  khawatir, rasa sakit, perih dan kesempitan hidup, lalu ia rajin mengucapkan "Allaahu Rabbii, Laa Syariika Lahuu", maka Allaah akan menjauhkan dia dari hal hal tersebut". (Hadits Sahih Disepakati oleh semua Perawi Hadits)

Pointers :

1. Biasakan bibir mengucapkan dzikir singkat ini berulang ulang:
الله ربى، لا شريك له

"Allaahu Rabbii, Laa Syariika Lahuu". (Allaah Tuhanku, tidak ada sekutu bagi Nya).

2. Afdolnya di lengkapi dengan Dzikir pendek yang dicontohkan oleh Rasuulullaah SWT sbb ;

Rasulullah SAW  bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  : احب الكلام الى الله تعالى اربع  سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر، ولا يضرك بأيهن بدأت. ( متفق عليه ) 

Artinya: "Kalimat yang sangat disukai Allah Ta'ala ada empat, yaitu:
- Subhaanallaahi (Maha Suci Allah).
- Walhamdu lillaahi (Segala puja puji hanya kepada Allaah).
- Walaa ilaaha  illallaah (Tiada Tuhan selain Allaah).
- Wallaahu Akbar (Allah Maha Besar).
Dan tidak mengapa, kalimat mana saja yang Engkau dahulukan mengucapkannya".
(Hadits Sahih Muttafaqun 'alaihi).

Penutup:

Mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW ini:

                                                                                                        اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك 

(Allaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa, wa syukriKa, wa husni 'ibaadatiKa).

"Yaa Allaah Tuhanku,  Bimbinglah kami untuk selalu eling  mengingat Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya kepada Mu"

_______________________________________

* Penulis adalah Alumnus:
-Ummul Qura University, Makkah.
-King Abdulaziz University, Jeddah.
-PMD Gontor, Ponorogo.


Senin, 12 Juli 2021

PROTOKOL KESEHATAN DALAM PANDANGAN ISLAM

 

Sudah hampir 2 tahun terjadi pandemi Covid-19  dan belum ada tanda-tanda kapan  akan berakhir, bahkan saat ini muncul varian baru dan jumlah orang yang terinfeksi bertambah setiap hari. Kita menyaksikan dengan mata kita sendiri rumah sakit – rumah sakit penuh bahkan ada yang tak sanggup lagi menerima pasien, banyak jenazah yang tertunda pemakamannya karena harus mengantri petugas yang akan mengurusnya dan ambulan yang akan membawanya. Bahkan tidak sedikit orang-orang yang kita cintai, mulai dari orang tua, sahabat, tetangga dan guru-guru kita meninggal dunia menjadi korban keganasan virus ini.

Di Jakarta angka kasus positif Covid-19 begitu tinggi, sehingga demi keselamatan bersama Jakarta ditetapkan sebagai daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan angka penyebaran Covid-19 yang sudah hampir tidak terkendali. Oleh karena itu Kebijakan pemerintah ini harus didukung, ditaati dan dilaksanakan oleh kita semua.

Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada saat pandemi ini, baik itu namanya PSBB, PPKM, PPKM bersekala Mikro atau PPKM Darurat substansinya adalah sama yaitu  membatasi mobilitas masyarakat agar  tidak terjadi kerumunan dan kontak fisik antara  satu dengan yang lainnya  yaitu dengan  tetap berada di rumah, beraktivitas di rumah, beribadah di rumah, bekerja dari rumah, dan jika harus keluar rumah untuk keperluan yang mendesak harus dengan protokol kesehatan yang ketat. ini bukan kebijakan konspirasi , bukan pula untuk menyerang dan melemahkan pihak-pihak tertentu tetapi kebijakan ini ditetapkan pemerintah tidak lain dan tidak bukan semata-mata demi menyelamatkan rakyat, supaya tidak terjadi penyebaran dan penularan virus Corona yang semakin parah.  PPKM inipun dilakukan bukan untuk terus menerus, tetapi hanya untuk waktu tertentu. Jika kita semua patuh, disiplin, sabar dan konsisten melaksanakan aturan PPKM ini insya Allah kita akan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan kita akan kembali hidup normal.

Apa yang ditetapkan oleh protokol kesehatan sudah sesuai dengan ajara agama Islam :

1. Berdiam di rumah.

    Hal ini sesuai sabda nabi saw :


إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah,  maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari).

2. Salat Jumat diganti dengan salat Zuhur (empat rakaat) di rumah masing-masing.

Hal ini didasarkan kepada keadaan masyaqqah sebagaimana disebutkan dalam nabi saw hadis

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ إِذَا قُلْتَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ فَلَا تَقُلْ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قُلْ صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ قَالَ فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا ذَاكَ فَقَالَ أَتَعْجَبُونَ مِنْ ذَا قَدْ فَعَلَ ذَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي إِنَّ الْجُمُعَةَ عَزْمَةٌ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُحْرِجَكُمْ فَتَمْشُوا فِي الطِّينِ وَالدَّحْضِ [رواه مسلم]

Dari ‘Abdullāh Ibn ‘Abbās (diriwayatkan) bahwa ia mengatakan kepada muazinnya di suatu hari yang penuh hujan: Jika engkau sudah mengumandangkan asyhadu an lā ilāha illallāh (aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah), asyhadu anna muḥammadan rasūlullāh (aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah), maka jangan ucapkan hayya ‘alaṣ-ṣalāh (kemarilah untuk salat), namun ucapkan ṣallū fī buyūtikum (salatlah kalian di rumah masing-masing). Rawi melanjutkan: Seolah-olah orang-orang pada waktu itu mengingkari hal tersebut. Lalu Ibn ‘Abbās mengakatan: Apakah kalian merasa aneh dengan ini? Sesungguhnya hal ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (maksudnya Rasulullah saw). Sesungguhnya salat Jumat itu adalah hal yang wajib (‘azmah), namun aku tidak suka memberatkan kepada kalian sehingga kalian berjalan di jalan becek dan jalan licin [HR Muslim].

Dalam hadits ini suatu hal (masyaqqah) yang kecil, yaitu hujan yang tidak menimbulkan bahaya dan mudarat, hanya menyebabkan sedikit ketidaknyamanan, dapat menjadi alasan untuk tidak menghadiri salat Jumat, maka keadaan (masyaqqah) yang jauh lebih berat, seperti penyebaran Covid-19 seperti sekarang yang sangat berbahaya, tentu lebih dapat lagi untuk menjadi alasan tidak menghadiri salat Jumat. Sehingga shalat Jum’t diganti dengan shalat Dhuhur di rumah untuk menghindari bahaya tersebut.

Sesuai kaidah Fiqh

. إذَا تَعَذَّرَ الْأَصْلُ يُصَارُ إلَى الْبَدَلِ

Apabila yang pokok tidak dapat dilaksanakan, maka beralih kepada pengganti [Syarḥ Manẓūmat al-Qawāʻid al-Fiqhiyyah].

3. Merenggangkan shaf ketika shalat

Para ulama  menjelaskan bahwa merapatkan shaf  itu hukumnya sunnah. Jika shaff renggang maka shalatnya dihukumi sah tapi makruh. Namun dalam situasi mewabahnya virus corona seperti saat ini,  yang diperlukan social distancing atau menjaga jarak untuk menghindari tertular virus dari orang lain, maka hal ini sudah masuk kategori hajat atau bahkan darurat yang membolehkan perenggangan shaff dalam shalat berjamaah yang tidak berhukum makruh lagi.

- Nihayatul Muhtaj :

نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج ج ٢ ص ١٩٧

إنْ كَانَ تَأَخُّرُهُمْ عَنْ سَدِّ الْفُرْجَةِ لِعُذْرٍ كَوَقْتِ الْحَرِّ بِالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ لَمْ يُكْرَهْ لِعَدَمِ التَّقْصِيرِ،


Jika para jamaah tidak merapatkan barisan karena udzur seperti waktu udara
begitu panas di masjidil haram maka tidak makruh sebab tidak ada unsur taqshir (kesembronoan).

4. Tidak Melaksanakan kegiatan ibadah berjamaah di masjid

Jumhur ulama berpendapat bahwa shalat berjamaah hukumnya sunnah muakkadah. Adapun menjaga jiwa dari tertular virus yang mematikan hukumnya wajib.

درء المفاسد مقدم علي جلب المصالح

Artinya : Menolak sesuatu yang mendatangkan kerusakan didahulukan atas sesuatu yang mendatangkan manfa’at.

Di satu sisi shalat berjamah bermanfaat tapi pada sisi lain saat pandemi Corona terdapat mudharat yang sangat berbahaya karena terkait dengan persoalan hidup. Al syatibi dalam al maqashid al syari’ah (tujuan penetapan syari’ah) menyebutnya, pemeliharaan atas jiwa (المحافظة علي النفس). Sumber dari al qaidah al kulliyah ini adalah QS. al Baqarah: 195

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Terjemahnya
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Penutup
Pandemi Covid-19 adalah realitas global yang menerjang tatanan kehidupan umat manusia dari level internasional, hingga rumah tangga. Kemunculannya menyerang siapa saja yang dapat terjangkiti, tanpa memandang negara, agama, suku, ataupun strata sosial lainnya. Ia menjadi musuh bersama yang harus dilawan dengan cara, salah satunya, memutus mata rantai penyebarannya.
Oleh karena itu mari kita putus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan. Istirahat yang cukup, makan makanan yang bergiji, berolah raga, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Selasa, 25 Agustus 2020

KENALI STUNTING DAN CARA PENCEGAHANNYA.


Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Tahun 2015 Indonesia tertinggi ke-2 dibawah Laos untuk jumlah anak stunting. Indonesia merupakan negara nomor empat dengan angka stunting tertinggi di dunia. Lebih kurang sebanyak 9 juta atau 37 persen balita Indonesia mengalami stunting (kerdil).

Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi di awal kehidupan seorang anak. Selain faktor lingkungan, juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Jika gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, perkembangan otak yang tidak maksimal yang dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk. Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

Untuk mencegah stunting , konsumsi protein sangat mempengaruhi pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan. Anak yang mendapat asupan protein 15 persen dari total asupan kalori yang dibutuhkan terbukti memiliki badan lebih tinggi dibanding anak dengan asupan protein 7,5 persen dari total asupan kalori. Anak usia 6 sampai 12 bulan dianjurkan mengonsumsi protein harian sebanyak 1,2 g/kg berat badan. Sementara anak usia 1–3 tahun membutuhkan protein harian sebesar 1,05 g/kg berat badan. 

1000 hari pertama kehidupan merupakan periode kritis terjadinya Stunting

Dampak stunting umumnya terjadi disebabkan kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun. Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun. Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek. Gejala stunting pada anak diantaranya : Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya. Berat badan rendah untuk anak seusianya. Pertumbuhan tulang tertunda

Antisipasi stunting pada anak dengan cara : 

1. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.

2. Menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.

3. Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu:setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulansetiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahunsetiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahunsetiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun.

4. Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.

5. Memberikan ASI eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai.


Narasumber :
dr. Inggriani Tobarasi, SpA, Mkes
Dokter Spesialis Anak RS Awal Bros A.Yani
Sumber : Awalbros.com