Oleh: KH Abdul Hamid Husain*
Seperti EMBER BOCOR, tidak dapat menampung air, air terus tumpah.
Sudah capek berlapar lapar puasa, sayang pahalanya tumpah tak tersisa karena yang puasa hanya perut. Padahal, puasa Ramadhan tidak hanya perut, tapi hati, pikiran dan semua raga ikut berpuasa.
TRUE STORY:
1. Mereka yang sudah meninggal dan berada di Kubur sangat amat mendambakan ingin lagi bisa mengalami bulan Ramadhan walau hanya sehari saja:
تالله لو قيل لأهل القبور تمنوا لتمنوا يوما من رمضان (من كلمات الامام ابن الجوزى)
Arti: “Demi Allaah, seandainya para penghuni Kubur ditanya: “Apa yang paling mereka inginkan ?”, "Sungguh, mereka pasti menjawab, bahwa mereka mendambakan bisa berada di bulan Ramadhan walaupun hanya sehari saja” (Al Imam Ibnul Jauzi, Kitab At-Tabshirah 2/78).
2. Jangan Hanya Perut Yang Berpuasa Tetapi Hati, Pikiran, Pendengaran dan Penglihatan juga harus Berpuasa: Sahabat Jabir Bin Abdillah RA menuturkan:
إذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُك وَبَصَرُك وَلِسَانُك عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ، ولْيَكُنْ عَلَيْك وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلاَ تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً.
Arti; "Apabila engkau berpuasa maka berpuasa pulalah: pendengaran, penglihatan, dan lisanmu dari ucapan dusta, bohong dan berbagai kemungkaran lainnya. Dan jauhilah perbuatan zalim terhadap para pekerjamu, pegawaimu, pembantu dan pelayanmu. Menjalankan ibadah puasa wajib untuk selalu bersikap tenang, damai dan tidak tergesa gesa, tidak terburu-buru. Dan jangan jadikan hari tidak berpuasa sama dengan hari berpuasamu ". (Mushannaf lbni Abi Syaibah no 8973).
3. Allaah SWT Berfirman Melarang keras Bergunjing, saling melecehkan, saling olok dan saling merendahkan;
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ (الحجرات. ٤٩ الاية ١١)
Arti: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi mereka yang diolok-olokkan itu lebih baik daripada mereka yang mengolok-olok, dan jangan pula perempuan perempuan mengolok-olok perempuan lain karena boleh jadi perempuan yang diolok-olok itu lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok itu. Janganlah kalian saling mencela, merendahkan, melecehkan dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim". (QS Al Hujuraat, surah ke 49, ayat 11, halaman 516).
POINTERS:
1. Lidah Yang Menggunjing, Membuang Buang Pahala Puasa:
اللِّسَانُ المَشْغُولُ بِالغِيبَةِ غَالِبًا مَا يَنْسَى كَيْفِيَّةَ تَقْيِيمِ نَفْسِهِ
Arti: "Lidah yang sibuk dengan menggunjing, ghiibah, akan lupa bagaimana mengatur dan menyelamatkan dirinya sendiri"
2. Berhenti Menggunjing adalah langkah pertama menuju ketenangan lahir batin yang sejati.
3. Rasuulullaah SAW Bersabda :
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ يَتَّبِعْ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعْ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعْ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ. (رواه احمد)
Arti: "Wahai orang orang yang Imannya masih sebatas lisannya dan belum masuk ke hati, janganlah kalian menggunjing orang orang Muslim, janganlah kalian mencari cari aib dan kekurangan mereka. Karena siapa yang selalu mencari cari kekurangan dan kesalahan mereka, maka Allaah akan membongkar kesalahannya, serta siapa yang diungkap aibnya oleh Allaah, maka Dia akan memperlihatkannyaaibnya di rumahnya. (Hadits Sahih Riwayah Al Imam Ahmad).
Penutup:
Mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW ini:
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
(Allaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa, wa syukriKa, wa husni 'ibaadatiKa). "Yaa Allaah Tuhanku, Bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya kepada Mu"
____________________________________
* Penulis KH Abdul Hamid Husain adalah Alumnus Ummul Qura University, Makkah, King Abdulaziz University, Jeddah dan PMD Gontor, Ponorogo. dan pengasuh Alhusniyah Islamic Boarding School: (Kampus 1, 2 & 3: PAUD, TK, SD, SMP, SMA, TPQ dan MDTA)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar