Senin, 16 Maret 2026

HENDAKNYA IMAM BERHENTI SEJENAK SETELAH MEMBACA ALFAATIHAH

Oleh : KH Abdul Hamid Husain*

Menjadi Imam Sholat berjamaah tidaklah mudah. Ada syarat dan ketentuan yang mesti dipenuhi agar Sholat berjamaah lebih berkualitas. Di antara yang mesti dilakukan oleh Imam adalah:

- Setelah selesai membaca Surah Al Faatihah di Sholat Jahar (Subuh, Maghrib dan Isyaa') Imam harus berhenti sejenak memberi kesempatan para Makmum membaca Al Faatihah juga.

- Para Makmum, saat Imam membaca Alfaatihah Jahran, wajib menyimak, mendengarkan dan menghayati bacaan Imam, TIDAK ikut membaca. 

Setelah Imam selesai membaca Al Fatihah, barulah Makmum membaca Al Faatihah. 

Makanya, Imam harus berhenti sejenak memberi kesempatan Makmum membaca Al Faatihah barulah Imam melanjutkan membaca Surah atau ayat lainnya.

TRUE STORY;

1. Allaah SWT telah Menyatakan, jika mau disayangi Allaah, maka saat Al Quran dibacakan agar disimak, didengarkan dan dihayati:

Allaah SWT Berfirman:

 وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ( الأعراف ٢٠٤)

Arti; "Dan apabila Al Quran dibacakan,  maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan seksama agar kamu mendapat Rahmat Kasih Sayang Allaah". (QS Al A'raaf, surah ke 7, ayat 204, halaman 176)

2. Membaca Al Faatihah, Setiap Ayat nya dijawab oleh Allaah:

Membaca Surah Al Faatihah,  sangat berbeda dengan membaca Surah surah  yang lain. Karena saat kita membaca Al Faatihah, ayat demi ayat, kalimat demi kalimat, dijawab oleh Allaah SWT.  

Seolah kita sedang  BERDIALOG  langsung dengan Allaah SWT. Maka saat membaca Al Faatihah, tidak boleh menyambung satu ayat dengan ayat berikutnya.

Berhentilah setiap kalimat pada tempatnya yang benar,  karena Allaah sedang menjawab dan tunggu selesai jawaban Allaah. Rasuulullaah SAW bersabda dalam Hadits Qudsi;


قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} ، قَالَ اللهُ تَعَالَى حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي  وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي  فَإِذَا قَالَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل. (رواه احمد و مسلم عن ابى هريرة)

Arti; Rasuulullaah SAW bersabda bahwa Allaah SWT Berfirman: “Saya membagi Shalat antara diri-Ku dan Hamba-Ku menjadi dua. Untuk Hamba-Ku apa yang ia minta: Apabila hamba-Ku membaca: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.”Aku Menjawab: “Hamba-Ku memuji-Ku.”Apabila Hamba-Ku membaca: “Ar-Rahmaanir Rahiim.”Aku Menjawab: “Hamba-Ku mengulangi memujiKu.”Apabila hamba-Ku membaca; “Maaliki Yaumid Diin. ”Aku Menjawab; “Hamba-Ku mengagungkan Aku.”  Dalam riwayat lain, Allaah Berfirman: “Hamba-Ku telah pasrahkan,  menyerahkan dan mempercayakan semua urusannya kepada-Ku.” Apabila hamba-Ku membaca; “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin.” Aku Menjawab; “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.”Apabila hamba-Ku membaca: “Ihdinas-Shiraathal mustaqiim" sampai akhir surah, Allaah Berfirman; “Ini milik Hamba-Ku dan untuk Hamba-Ku sesuai apa yang ia minta.” (Hadits Sahih Riwayah Al Imam Ahmad 7291, Muslim 395 dan yang lainnya)


POINTERS:

1. Bacalah Surah Al Faatihah penuh penghayatan. Jangan tergesa gesa. Berhentilah sejenak di setiap penghujung ayat kecuali 2 ayat terakhir. Jika tidak stop sejenak, seolah tidak peduli jawaban Allaah SWT.


2. Berhentilah atau "wuquf"    وقوف   sejenak sbb:

A. Di ujung ayat ke 2:

"Alhamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin" (stop). Di ujung ayat ini, Allaah Menjawab bacaan kita.

B. Di ujung ayat ke 3

"Ar Rahmaanir Rahiim" (stop). Di ujung ayat ini, Allaah menjawab bacaan kita.

C. Di ujung ayat ke 4

"Maaliki Yaumid Diin"(Stop). Di ujung ayat ini, Allaah Menjawab bacaan kita.

D. Di ujung ayat ke 5

"Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin" (stop). Di ujung ayat ini, Allaah Menjawab bacaan kita.

E. Ayat ke 6 dan 7 barulah boleh di sambung tanpa stop, tanpa wuquf,  tanpa berhenti, boleh membaca sambung 2 ayat. Stopnya adalah di ujung ayat ke 7 "Ghoiril maghduubi 'alaihim walad Dhaalliin" (stop). Di ujung ayat ini, Allaah menjawab bacaan kita.

3. Membaca Surah Al Faatihah,  hakekatnya sedang melakukan DIALOG  dengan Allaah SWT. Allaah Membagi bacaan Al Fatihah dalam Sholat menjadi 2 bagian: Setengah untuk Allaah dan setengah untuk Hamba Nya.Setengah untuk Allaah adanya di bagian awal, bentuknya adalah pujian untuk Allaah. Mulai dari ayat, ‘Alhamdulillaahi  Rabbil ‘Aalamiin sampai ‘Maaliki Yaumid Diin.’ Sementara setengahnya untuk Hamba Nya, yaitu Doa memohon petunjuk dan bimbingan.

Ada satu ayat yang dibagi dua, yaitu ayat: 'Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin.

Setengah untuk Hamba dan setengahnya untuk Allaah. "Iyyaaka Na’budu", ini untuk Allaah, dan iyyaaka nasta’in, untuk Hamba Nya.

4. Penutup:

Mari kita berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW ini:

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك 

(Allaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa, wa syukriKa, wa husni 'ibaadatiKa).

"Yaa Allaah Tuhanku,  Bimbinglah kami untuk selalu eling  mengingat Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya kepada Mu"

__________________________________

* Penulis artikel ini adalah KH Abdul Hamid Husain. Alumnus: Ummul Qura University, Makkah. King Abdulaziz University, Jeddah dan PMD Gontor, Ponorogo. Pengasuh; Alhusniyah Islamic Boarding School: (3 Kampus: PAUD, TK, SD, SMP, SMA, TPQ dan MDTA)