Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan yaitu setara dengan 83 tahun lebih 4 bulan. Misalkan, kita membaca satu juz Al-qur'an atau sholat sunah dua rakaat di waktu malam lailatul qadar. Maka Al-Qur'an yang kita baca satu juz atau shalat dua rokaat yang kita kerjakan di malam Lailatul Qadar itu masih lebih baik daripada kita membaca Al-Qur'an atau sholat dua rokaat selama seribu bulan atau 83 tahun lebih 4 bulan. Padahal umur kita belum tentu mencapai 83 tahun.
Oleh karena itu, banyak sekali yang ingin mendapatkan malam lailatul qadar ini. Kapan malam lailatul qadar ini terjadi? Yang pasti adalah lailatul qadar hanya terjadi pada bulan Ramadhan. Tentang Lailatul Qadar ini diceritakan di dalam Al-Qur'an di surat Al-Qadar.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَام هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Sesungguhnya kami Telah menurunkannya ( AlQuran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qodr) 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Di dalam kitab I’anah Ath Tholibiin syarah dari kitab Fathul Mu’in halaman 290 juz 2 di ceritakan sejarah malam lailatul qadar yang terdapat pada hadist Ibnu ‘Abbas radliyallâhu ‘anhuma bahwasannya diceritakan
وروي عن ابن عباس رضي الله عنهما أنه: ذكر لرسول الله – صلى الله عليه وسلم – رجل من بني إسرائيل حمل السلاح على عاتقه في سبيل الله ألف شهر فتعجب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – لذلك وتمنى ذلك لأمته، فقال: يا رب جعلت أمتي أقصر الأمم أعمارا، وأقلها أعمالا فأعطاه الله تعالى ليلة القدر خيرا من ألف شهر.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallâhu ‘anhuma bahwasannya diceritakan kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dahulu ada seorang laki-laki dari kaum Bani Israil yang berjuang dalam peperangan dijalan Allah selama 1000 bulan. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kagum dan ingin umatnya bisa seperti itu. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kemudian berdo’a, “Wahai Tuhanku! Engkau jadikan umatku sebagai umat yang mempunyai umur yang paling pendek, mempunyai amal ibadah yang paling sedikit.” Kemudian Allah Ta’ala memberikan kepada umat Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam malam lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan.
وقيل إن الرجل فيما مضى ما كان يقال له عابد حتى يعبد الله تعالى ألف شهر فأعطوا ليلة إن إحيوها كانوا أحق بأن يسموا عابدين من أولئك العباد
Riwayat yang lain menceritakan, ada seorang laki-laki di zaman dahulu yang memiliki julukan ahli ibadah karena ia beribadah kepada Allah Ta’ala selama 1000 bulan. Maka Allah memberikan kepada umat Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam malam lailatul qadar, dan jika malam itu dihidupkan dengan amal ibadah maka ia berhak sebanding dengan ibadah yang dikerjakan oleh ahli ibadah tersebut.
Berikut ini adalah penjelasan tentang apa itu lailatul qadar atau arti lailatul qadar :
وفي حاشية الجمل على الجلالين، وفي القرطبي، قال مجاهد في ليلة الحكم وما أدراك ما ليلة القدر؟ قال: ليلة الحكم
Artinya : Dalam kitab Hâsyiyah al Jamal ‘alâ al Jalâlain dan kitab al Qurthubî disebutkan bahwa telah berkata Syaikh Mujahid mengenai arti dari lailatul qadar, “lailatul qadar artinya malam penentuan.”
والمعنى ليلة التقدير، سميت بذلك لأن الله تعالى يقدر فيها ما يشاء من أمره إلى مثلها من السنة القابلة، من أمرالموت، والأجل، والرزق، وغير ذلك، ويسلمه إلى مدبرات الأمور، وهم أربعة من الملائكة: إسرافيل، وميكائيل، وعزرائيل، وجبرائيل عليهم السلام
“Lailatul qadar artinya malam penentuan. Disebut sebagai malam penentuan karena pada malam itu Allah menentukan semua hal yang akan Ia kehendaki untuk 1 tahun mendatang. Allah menentukan kematian, masa berakhir, rezeki dan yang lainnya pada malam lailatul qadar ini. Kemudian Allah menyerahkan ketentuan-ketentuan itu kepada malaikat-malaikat yang bertugas mengurusinya. Yaitu ada 4 malaikat : Israfil, Mikail, Izrail dan Jibril alaihimus salam.
(قوله: أو الشرف) عطف على الحكم وهو غيره، فهو تفسير آخر للقدر. فمعنى ليلة القدر: ليلة الشرف.وسميت تلك الليلة بذلك لعظمها، وشرفها، وقدرها
Artinya : Atau lailatul qadar artinya malam kemuliaan. Lafadz ini masih berhubungan dengan pengertian sebelumnya (malam ketentuan) dan ini adalah pengertian yang lain (malam kemuliaan). Ini adalah pentafsiran lain dari malam lailatul qadar. Lailatul qadar artinya malam kemuliaan. Disebut sebagai malam kemuliaan karena malam lailatul qadar adalah malam yang agung, mulia dan memiliki tingkatan yang tinggi dibandingkan dengan malam yang lain (lebih baik dari 1000 bulan). I’anah ath Thâlibin Syarh Fath Al Mu’in halaman 289 juz 2.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Berikut ini adalah hadits yang menjelaskan tentang keutamaan malam lailatul qadar yang merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan :
روي عن سلمان الفارسي – رضي الله عنه – قال: خطبنا رسول الله – صلى الله عليه وسلم – في آخر يوم من شعبان، فقال: أيها الناس: قد أظلكم شهر عظيم شهر مبارك فيه ليلة القدر، خير من ألف شهر جعل الله تعالى صيامه فريضة، وقيام ليله تطوعا، من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه، ومن أدى فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه، وهو شهر الصبر، والصبر ثوابه الجنة.
Hadist tentang keutamaan malam lailatul qadar ini diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi radliyallalâhu ‘anhu. Bahwasannya Rasulullah shallallâhu ‘alihi wa sallam bersabda pada akhir bulan Sya’ban : “Wahai manusia! Akan datang kepada kalian bulan yang agung, bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan yang didalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah mewajibkan untuk menunaikan ibadah puasa di bulan (Ramadhan) ini dan disunnahkan untuk shalat (Tarawih) di malam harinya. Barang siapa mengerjakan ibadah sunnah maka mendapatkan pahalanya ibadah fardlu. Dan barang siapa memgerjakan ibadah fardlu maka pahalanya 70 kali ibadah fardlu diselain bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh kesabaran. Sedangkan sabar pahalanya adalah surga.”
Kapan Malam Lailatul Qadar itu ?
Di dalam kitab Shahih Bukhori disebutkan hadits nabi saw tentang mencari malam lailatul qadar pada hari ganjil di sepuluh hari terakhir
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Abu Suhail] dari [bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadlan."
قال الكردي: وكلام الشافعي – رضي الله عنه – في الجمع بين الأخبار يقتضيه، وعليه قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر، فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء: فهي ليلة تسع وعشرين.
أو يوم الاثنين: فهي ليلة إحدى وعشرين
أو يوم الثلاثاء أو الجمعة: فهي ليلة سبع وعشرين
أو الخميس: فهي ليلة خمس وعشرين
أو يوم السبت: فهي ليلة ثلاث وعشرين
قال الشيخ أبو الحسن: ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة
Imam al Kurdiy berkata : “Imam asy Syafi’i radliyallahu ‘anhu melakukan penelitian riset kapan malam lailatul qadar dengan menggunakan referensi kumpulan hadist yang berhubungan. Imam Al Ghazali dan Ulama-ulama yang lain juga melakukan penelitian tentang kapanmalam lailatul qadar itu. Hasilnya adalah sama, yaitu :
“Sesungguhnya malam lailatul qadar bisa diketahui dari hari yang pertama atau awal bulan Ramadhan :
1. Jika awal bulan Ramadhan adalah hari Ahad atau Rabu, maka malam lailatul
qadar terjadi pada malam tanggal 29 Ramadhan.
2. Jika awal bulan Ramadhan adalah hari Senin, maka malam lailatul qadar terjadi
pada malam tanggal 21 Ramadhan.
3. Jika awal bulan Ramadhan adalah hari Selasa atau Jum’at, maka malam lailatul
qadar terjadi pada malam tanggal 27 Ramadhan.
4. Jika awal bulan Ramadhan adalah hari Kamis, maka malam lailatul qadar terjadi
pada malam tanggal 25 Ramadhan.
5. Jika awal bulan Ramadhan adalah hari Sabtu, maka malam lailatul qadar terjadi
pada malam tanggal 23 Ramadhan.”
Syekh Abul Hasan rahimahullah juga berkata, “Sejak aku berusia dewasa, aku tidak pernah tidak mendapatkan malam Lailatul Qadar dengan menggunakan kaidah (kaidah untuk menentukan kapankah malam lailatul qadar) ini.” I’anah ath Thâlibin Syarh Fath Al Mu’in halaman 290 juz 2.
Pendapat Imam Syihabuddin Al Qulyubi rahimahullâh tentang kapan malam lailatul qadar itu
قال الشهاب القليوبي في حاشيته على المحلى شرح المنهاج، وقد
نظمتها بقولي: يا سائلي عن ليلة القدر التي * * في عشر رمضان الأخير حلت فإنها في مفردات العشر * * تعرف من يوم ابتداء الشهر فبالأحد والأربعاء: التاسعة، * * وجمعة مع الثلاثا: السابعه وإن بدا الخميس: فالخامسة، * * وإن بدا بالسبت: فالثالثة وإن بدا الاثنين فهي الحادي * * – هذا عن الصوفية الزهاد وقد رأيت قاعدة أخرى تخالف هذه، وقد نظمت فلا حاجة لنا في الإطالة بها.
Imam Al Qulyubi rahimahullah berkata, “Malam lailatul qadar bisa diketahui dari hari pertama bulan Ramadhan. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Ahad atau Jum’at maka malam lailatul qadar terjadi pada malam tanggal 29. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Jum’at atau Selasa maka maka malam lailatul qadar terjadi pada malam tanggal 27. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Kamis maka maka malam lailatul qadar terjadi pada malam tanggal 25. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Sabtu maka maka malam lailatul qadar terjadi pada malam 23. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Senin maka maka malam lailatul qadar terjadi pada malam tanggal 21. Kaidah malam lailatul qadar ini berasal dari Ulama’-Ulama’ Sufi yang Zuhud.”
قوله وقد رأيت قاعدة أخرى: وقد نظمها بعضهم بقوله: وإنا جميعا إن نصم يوم جمعة * * ففي تاسع العشرين خذ ليلة القدر وإن كان يوم السبت أول صومنا * * فحادي وعشرين اعتمده بلا عذر وإن هل يوم الصوم في أحد فذا * * بسابعة العشرين ما رمت فاستقر وإن هل بالاثنين فاعلم بأنه * * يوافيك نيل الوصل في تاسع العشري ويوم الثلاثا إن بدا الشهر فاعتمد * * على خامس العشرين تحظى بها فادر وفي الأربعا إن هل – يا من يرومها – * * فدونك فاطلب وصلها سابع العشري ويوم الخميس إن بد الشهر فاجتهد * * توافيك بعد العشر في ليلة الوتر
“Dan aku juga melihat kaidah yang lain yang berbeda dari kaidah ini. Tapi aku tidak membutuhkan kaidah yang lain itu. Kaidah yang lain itu adalah:
1. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Jum’at maka lailatul qadar jatuh
pada malam tanggal 29 Ramadhan.
2. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Sabtu maka lailatul qadar jatuh
2. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Sabtu maka lailatul qadar jatuh
pada malam tanggal 21 Ramadhan.
3. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Ahad maka lailatul qadar jatuh
3. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Ahad maka lailatul qadar jatuh
pada malam tanggal 27.
4. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Senin maka lailatul qadar jatuh
4. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Senin maka lailatul qadar jatuh
pada malam tanggal 29.
5. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Selasa maka lailatul qadar jatuh
5. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Selasa maka lailatul qadar jatuh
pada malam tanggal 25.
6. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Rabu maka lailatul qadar jatuh
pada malam tanggal 27.
7. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Kamis maka lailatul qadar jatuh
7. Jika hari pertama bulan Ramadhan adalah hari Kamis maka lailatul qadar jatuh
pada malam tanggal-tanggal yang ganjil pada 10 hari terakhir di bulan
Ramadhan (tidak ditentukan tanggalnya).”
وفي التحفة ما نصه: وحكمة إبهامها في العشر: إحياء جميع لياليه، وهي من خصائصنا، وباقية إلى يوم القيامة، والتي يفرق فيها كل أمر حكيم.
Dalam kitab at Tuhfah imam al Qulyubiy rahimahullâh berkata, “Ada hikmah dari disembunyikannya malam lailatul qadar ini diantara 10 malam yang terakhir di bulan Ramadhan. Hikmah itu adalah supaya menghidupkan semua malam di bulan suci Ramadhan (tidak hanya ketika malam lailatul qadar saja). Malam lailatul qadar adalah keistimewaan kita. Dan malam lailatul qadar akan tetap ada sampai hari Kiamat. Dan di malam lailatul qadar inilah setiap sesuatu ditentukan oleh Allah yang Maha Bijaksana.” I’anah ath Thâlibin Syarh Fath Al Mu’in halaman 291 juz 2.
Malam Lailatul Qadar Jam Berapa ?
Malam lailatul qadar terjadi pada semua waktu yang terdapat di malam lailatul qadar itu sendiri. Tidak ada batasan jam berapa sampai jam berapa. Mulai waktu malam dan berakhir waktu pagi atau dengan kata lain adalah mulai dari waktu sholat maghrib sampai dengan waktu sholat shubuh.
أن المعتمد في ليلة القدر أنها تلزم ليلة بعينها
Artinya : “Sesungguhnya pendapat yang dijadikan landasan tentang malam lailatul qadar adalah malam lailatul qadar ditetapkan selama 1 malam secara keadaannya.” I’anah ath Thâlibin Syarh Fath Al Mu’in halaman 105 juz 2.
Ciri Ciri Malam Lailatul Qadar
Ciri-ciri malam lailatul qadar terdapat pada keterangan kitab I’anatuth Tholibin juz 2 halaman 291 :
وعلامتها أنها معتدلة، وأن الشمس تطلع صبيحتها، وليس لها كثير شعاع، لعظيم أنوار الملائكة الصاعدين والنازلين فيها، وفائدة ذلك معرفة يومها: إذ يسن الاجتهاد فيه – كليلتها
Artinya :”Ciri-ciri malam lailatul qadar yaitu malam lailatul qadar ditandai dengan suasana yang seimbang (mu’tadilah). Angin berhembus sepoi-sepoi dan terasa damai. Kemudian dipagi harinya matahari bersinar redup, tidak begitu silau dimata. Hal ini dikarenakan terlalu banyaknya malaikat yang naik ke langit dan turun ke bumi pada malam lailatul qadar.”
“Oleh karena itu, dipagi hari setelah malam lailatul qadar juga masih disunnahkan untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah seperti halnya pada malam lailatul qadar.”
Doa Malam Lailatul Qadar
Berikut ini adalah doa ketika malam lailatul qadar. Doa ini dibaca ketika kita menduga malam Ramadhan yang kita temui adalah malam lailatul qadar. Berikut ini doa malam lailatul qadar yang dibaca :
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ ( ١×)
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَ الْعَافِيَةَ وَ الْمُعَافَةَ فِي الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ الْأٓخِرَةِ (١×)
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
( ×٣ )
Demikian ulasan tentang malam lailatul qadar, semoga bermanfaat._______________________
Sumber: https://www.piss-ktb.com/2012/02/456-keajaiban-lailatul-qodar.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar