Sabtu, 21 Februari 2026

ISTIQOMAH DALAM IBADAH : TANTANGAN DAN SOLUSI



اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِينِ، عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وحده لا شريكَ لَهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اجمعين ، أما بعد : فيا عباد الله، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم

Hadirin yang dirahmati Allah. Mari kita memanjatkan puji syukur kepada Allah swt karena begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, terutama nikmat kita mendapatkan petunjuk sehingga kita bisa beriman kepada Allah swt dan beragama Islam. Oleh karena sebagai perwujudan rasa sukur atas begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, marilah kita menjadi hamba-hamba Allah yang selalu istiqomah dalam melaksakan perintah-Nya dan menjauhi segals larangan-Nya

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Al-Dhariyat: 56)

Dari ayat ini kita memahami bahwa tugas utama kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah. Namun, beribadah tidaklah selalu mudah. Kita sering dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang terkadang hampir membuat kita menyerah.
Diantara tantangan dalam beribadah itu :

1. Sibuk urusan Dunia yang penuh dengan godaan dan kesenangan. Kesibukan ini seolah-olah membuat seseorang kekurangan waktu sehingga membuat lupa, lalai atau bahkan meninggalkan kewajiban beribadah. Subuh kesiangan,  Dzhuhur  kerepotan, Asar di perjalanan Magrib kecapekan, Isya ketiduran.

2. Merasa lelah dan lemah karena begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga sulit untuk melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan ikhlas.

3. Godaan Syaitan dan Nafsu : Syaitan dan nafsu kita sendiri dapat membuat kita tergelincir dan meninggalkan ibadah.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’râf/7:16-17]


Cara Mengatasi Tantangan :

1. Meningkatkan Keimanan. Meningkatkan keimanan kita kepada Allah dengan senantiasa ingat Allah dengan berdzikir kepada Allah, dengan istighfar, tasbih, sholawat, baca qur'an dan sebagainya disela-sela kesibukan agar dapat membuat kita lebih kuat dan sabar dalam menghadapi tantangan.

جَدِّدُوا إِيْمَانَكُمْ. قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا قَالَ أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
 
Artinya : Perbarui iman kalian. Lalu ditanyakan, Ya Rasulullah, bagaimana caranya memperbarui iman kami?” Beliau pun menjawab, Perbanyaklah ucapan Laa ilaaha illallah. (HR Ahmad dan Hakim)

Diriwayatkan, ketika Iblis mengatakan bahwa ia akan menggoda manusia dari 4 penjuru, para malaikat menjadi kasihan kepada manusia, lalu mereka berkata: “Ya Allah, bagaimana mungkin manusia dapat terhindar dari jebakan Iblis?” Allah menjawab masih tersisa dua arah: atas dan bawah, “Jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam doa dengan penuh rendah hati atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyukan, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka.” (HR Thabrani).

2. Istiqomah dalam beribadah
Apa itu istiqomah ? Istiqomah adalah konsistensi dan keteguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya.

Begitu pentingnya sipat Istiqomah ini, oleh karena itu Allah memerintahkan nabi Muhammad untuk istiqomah :

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (112)

Maka, tetaplah (di jalan yang benar), sebagaimana engkau (Nabi Muhammad) telah diperintahkan. Begitu pula orang yang bertobat bersamamu. Janganlah kamu melampaui batas! Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Istiqomah itu bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan kebaikan dalam melaksanalan perintah Allah dan meninggalkan larangannya, tetapi juga juga tentang bagaimana kita mempertahankan kebaikan tersebut secara terus menerus dalam setiap seluruh aspek kehidupan.

Sehingga Istiqomah memerlukan kesadaran yang kuat, kesabaran keteguhan untuk terus berjalan di jalan yang benar. Sehingga sesibuk apapun, selelah apapun kita tetap melaksakanan kewajiban kita beribadah kepada Allah.

الاستقامة خير من ألف كرامة
الاستقامة عين الكرامة

Istiqamah (konsisten) adalah kemuliaan itu sendiri.

Rasulullah ﷺ bersabda,
أحب الأعمال إلى الله أدومها و إن قل

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling berkesinambungan meskipun sedikit"

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ والإسلام. وصلى الله وسلم عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وحده لا سريك له، الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْد. فيا عباد اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ 
عَلى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وعلى سيدنا إبراهيم وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

وَارْضَ اَللّٰهُمََّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. سادتنا ابي بكر وعمر وعثمان وعلي وَعَنْ اَصْحَابِ رسولكَ اَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ ومنْ تبعهم بإحسان إلى يَوْمِ الدِّيْنِ. وعلينا معهم برحمتك يا ارحم الراحمين
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات
إنك سميع قريب مجيب الدعوات وياقاضي الحاجات وياكفي المهمات
اللهم أعز الإسلام و المسلمين، واخذل الكفرة أعداء الدين. واجعل بلدتنا هذه وسائر البلدان المسلمين رخية محمية من كل فتنة ومرض وبلية واجعلنا من سعداء الدارين فى عافية وسلامة، ياذاالعزة والرحمة
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فااذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وادعوه يستجب لكم وَلَذِكْرُ الله اكبر

Tidak ada komentar:

Posting Komentar